Forum › Forum › Islamic Banking › Kekuatan Perbankan Syariah di Masa Krisis
Tagged: @Soni
-
Kekuatan Perbankan Syariah di Masa Krisis
Posted by 107_ Hany Nur Mutiara Hariyono on Jumat, 25 Februari 2022 at 16:43107_ Hany Nur Mutiara Hariyono replied 4 years, 7 months ago 1 Member · 1 Reply -
1 Reply
-
Masa pandemi Covid-19 menjadi sebab utama kemungkinan terjadinya krisis pada tahun 2020 yang menjadikan segala sektor melemah, daya beli masyarakat melemah dan tentu saja kemampuan bayar keditur juga banyak yang mengalami gagal bayar.Utang luar negeri membengkak berdasarkan data analisis Ryan Kiryanto yang merupakan ekonom bank BNI, pandemi Covid-19 membutuhkan dana yang besar untuk penanganan dan terus bertambah jika masa pandemi ini tidak segera berakhir.
Dalam mengatasi situasi yang sangat tidak kondusif dan pandemi yang mencengkram pastinya pemerintah memiliki strategi dan kebijakan, khususnya perbankan syariah yang menjadi industri perbankan harus dilakukan karena dewasa ini perilaku bertransaksi masyarakat juga sudah bergeser dari konvensional menuju digitalisasi,mengingat masyarakat semakin masif seiring dengan pengguna smartphone yang kian banyak. Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menjelaskan bahwa layanan perbankan digital adalah layanan atau kegiatan perbankan dengan menggunakan sarana electronic atau digital milik bank,dan atau melalui media digital milik calon nasabah dan/atau nasabah bank,yang dilakukan secara mandiri. Digitalisasi layanan bank memungkinkan bagi nasabah dan calon nasabah untuk memperoleh layanan perbankan secara mandiri (self-service),tanpa harus datang langsung ke bank.
Perbankan menjadi ujung tombak dalam mengendalikan keuangan global, perbankan Syariah memiliki peran yang strategis dalam pembangunan ekonomi rakyat, berkontribusi dalam melakukan transformasi perekonomian pada aktivitas ekonomi produktif dan memberikan sumbangsih yang banyak dengan memberikan bantuan dalam bentuk permodalan usaha serta bernilai tambah dan inklusif,tetapi sangat disayangkan di masa Pandemi Covid -19 ini industri perbankan syariah harus bergerak cepat untuk beradaptasi dengan membuat strategi, inovasi baru serta mitigasi risiko yang tepat dan cermat serta menggunakan strategi kreatif untuk bertahan dalam menghadapi kondisi keterpurukan yang membuat kondisi perekonomian tak menentu. Artinya industri perbankan syariah mempunyai tantangan yang cukup signifikan, namun Industri perbankan Syariah harus melihat permasalahan penyebaran virus ini sebagai tantangan yang harus dirubah menjadi sebuah kesempatan untuk bisa lebih baik. Maka dari itu, sudah saatnya perbankan syariah mulai merevisi kembali strategi, mengingat tidak ada yang mengetahui kapan Covid-19 akan berakhir.
Krisis pada masa pandemi Covid-19 berimplikasi ke segala arah bahkan sektor riil juga terdampak. Penawaran tenaga kerja terganggu karena masalah kesehatan, suplai barang dan jasa menjadi kacau. Ruang intervensi fiskal dan moneter untuk melakukan stimulus ekonomi juga terbatas menjadikan proses recovery industri menjadi lambat.Menteri Badan Usaha Milik Pemerintah (BUMN) Erik Tohir memaksimalkan potensi perbankan syariah dengan melakukan merger tiga bank BUMN yaitu PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank Rakyat Indonesia Syariah dan PT Bank BNI Syariah dengan penggabungan tiga bank ini dapat menaikkan asset secara otomatis,
Krisis ekonomi global telah terjadi setidaknya tiga kali hingga sekarang yaitu tahun 1998, 2008 dan yang terakhir 2020.Perbankan telah membuktikan kuatnya performa perbankan syariah yang tidak terdampak akibat dari krisis tersebut dan ketahanan ini tanpa melihat sebab dari terjadinya krisis. Hal ini disebabkan penerapan sistem profit sharing, bukan berdasarkan suku bunga seperti yang diterapkan dalam perbankan konvensional. Karena fluktuasi mata uang sangat tinggidan memiliki kecenderungan inflasi deflasi dari tahun ke tahun.
Upaya yang dapat dilakukan untuk bisa terbebas dari krisis yang terjadi perbankan harus melakukan banyak hal, di antaranya dengan melakukan merger dengan bank lain untuk meningkatkan likuditas agar tidak terlikuidasi oleh pemerintah seperti yang terjadi pada krisis 1998.Sedangkan dari perspektif yang lain bank harus menaikkan suku bunga untuk dapat menghimpun dana dari masyarakat, namun keadaan gagal bayar yang sangat tinggi. Beban perbankan konvensional akan terus memburuk jika kondisi ekonomi tidak segera membaik karena efek Negative Spead yang timbul dari kelemahan sistem perbankan konvensional.
Log in to reply.