-
POLEMIK CALL CENTRE PALSU BRI
POLEMIK CALL CENTRE PALSU BRI
Di penghujung tahun 2019, tepatnya di bulan Desember 2019, dunia dikejutkan dengan virus baru yang bernama COVID-19. Penyebaran virus COVID-19 itu sendiri sangat cepat. Dalam kurun waktu beberapa bulan, virus ini sudah menyebar ke hampir seluruh dunia, termasuk salah satunya Indonesia. Masyarakat jadi takut untuk keluar rumah dan menghindari kerumunan. Akan tetapi, terjadi antrean yang cukup panjang untuk pengambilan uang di ATM. Karena rasa takut akan terpaparnya virus ini, sebagian masyarakat sudah mulai beralih ke m-banking dan e-banking. Namun, dalam hal ini sepertinya masyarakat Indonesia sendiri masih belum siap dengan perkembangan teknologi. Salah satunya perkembangan teknologi di bidang ekonomi, terutama sektor perbankan. Salah satu contoh dari ketidaksiapan masyarakat yaitu masih tidak bisa membedakan mana call centre asli atau palsu.
Disisi lain adanya call centre palsu ini dikarenakan kurangnya pengawasan dari pihak keamanan bank yang lebih lanjut. Dimana seharusnya pihak keamanan bank akan melakukan pengecekan ke ATM tersebut. Biasanya akan ada satpam yang mengawasi ATM jika ATM tersebut berukuran lumayan besar. Nantinya satuan keamanan tersebut mengawasi dan membantu nasabah bank yang mengalami kesulitan atau yang sedang mengalami gangguan masalah.
Untuk mengatasi agar terhindar dari call centre palsu adalah :
1. Cari tahu tentang informasi mengenai layanan call centre resmi melalui website resmi suatu bank maupun media social bank tersebut.
2. Jangan mudah memberikan data pribadi ketika menghubungi call centre
3. Jika sudah terlanjur memberikan data , alangkah baiknya korban menghubungi pihak bank terkait untuk meminta bantuan memblokir nomor rekening tersebut.
Adanya call centre palsu ini memberikan dampak yang buruk, baik bagi masyarakat itu sendiri maupun bagi pihak bank. Masyarakat akan merasa was-was ketika sedang melakukan transaksi karena takut mengalami hal buruk terulang kembali. Hal tersebut juga berdampak pada nama baik bank karena bank yang bersangkutan akan dianggap kurang waspada dan kurang hati hati terhadap pengawasan ATM tersebut.
Seperti halnya pada kasus call centre BRI yang pernah trending di tahun 2019, dimana terdapat video yang beredar meluas di media sosial yang mana pada video tersebut si korban merekam kejadian awal hingga akhir. Si korban bercerita bahwasanya saat sedang melakukan transaksi di ATM BRI yang berlokasi di Kaliputih, Genteng, Banyuwangi itu sedang mengalami trouble yakni kartu ATM nya tertelan di mesin tersebut. Kemudian si korban melihat pada mesin ATM tertempel stiker yang berisi jika kartu tertelan maka hubungi call centre dengan nomor sekian. Setelah dirasa mendapat kendala tersebut si korban langsung menghubungi call centre dengan nomor yang telah dicantumkan oleh oknum pada stiker tersebut. Ketika korban menghubungi nomor tersebut, korban langsung diminta pin beserta nomor dari rekening si korban. Karena korban merasa ada yang janggal dan aneh dalam pelayanannya, ia memutuskan untuk tidak melanjutkan bertanya kepada si oknum tersebut terkait kartu ATM nya yang tertelan. Untung saja si korban mengetahui bahwa itu merupakan modus penipuan, yang pada akhirnya si korban menghubungi nomor official dari call centre BRI yaitu 14017.
Setelah adanya kejadian itu Bank BRI menghimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dengan segala apapun yang berkaitan dengan pengumuman yang ada di ATM, agar tidak terjadi kejadian yang sama lagi.
Sorry, there were no replies found.
Log in to reply.